Crossing the Blues
Showing posts with label Indah Dewi Pertiwi. Show all posts
Showing posts with label Indah Dewi Pertiwi. Show all posts
Masa yang terindah
Kini semua telah berakhir
Karena kau berubah
Tak seperti dulu lagi

Sampai kapan kamu sering menyalahi hatiku
Tak pernah kau tahu begitu sakitnya aku
Kau anggap diriku
Melihatku dengan sebelah matamu

Delima untuk diriku
Mencintaimu mengerti kamu
Biarkanku bersalah di depan mukamu
Selalu kau membenarkan apa katamu
Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
Namunku terlanjur cinta

Kau anggap diriku
Melihatku dengan sebelah matamu
Delima untuk diriku
Mencintaimu mengerti kamu

Biarkanku bersalah di depan mukamu
Selalu kau membenarkan apa katamu
Cintamu membuatku sedih dan tak berdaya
Namunku terlanjur cinta




Jejak-jejak langkahku
Bagaikan lemran waktu
Apakah ku masih bisa terus melangkah
Serpihan hihupku 'kan ku bangun
di atas satu cinta

Subhanallah aku mencintainya
Subhanallah aku menyayanginya
Dari ufuk timur hingga ke barat
Selalu dihatiku

Subhanallah aku mencintainya
Subhanallah aku menyayanginya
Dari ufuk timur hingga ke barat
Selalu dihatiku

Subhanallah aku mencintainya
Subhanallah aku menyayanginya
Dari ufuk timur hingga ke barat

Subhanallah aku mencintainya
Subhanallah aku menyayanginya
Dari ufuk timur hingga ke barat

Subhanallah aku mencintainya
Subhanallah aku menyayanginya
Dari ufuk timur hingga ke barat

Subhanallah aku mencintainya
Subhanallah aku menyayanginya
Dari ufuk timur hingga ke barat
Selalu dihatiku




Menemukanmu diri-Mu
adalah karunia kehidupan terindah
Saat jiwa hilang dan terluka
Kau hadir tenangkan resah jiwa

Menemukan diri-Mu
Adalah karunia kehidupan termegah
Setiap detik waktu yang
berlalu harum semerbak dengan nama-Mu

Reff:
Meski aku jauh
Tak bisa menyentuh-Mu
Bayangan tentang-Mu hapus
Segala dukaku

Cinta Engkau hadir
Cinta Engkau dekat
Citna memaksaku hadirkan
Segala tentang-Mu di hatiku

Warna dunia 'kan berubah
Hitam putih di wajah-Nya
Tangis tawa luka
Sepi cintakan abadi selamanya


Sudahlah semua telah terjadi
tak pernah sekalipun ku sesali
jujurlah kata itu yang ku mau
ku tau hatiku 'kan terima

Akhirnya aku tahu yang terjadi
Meskipun tak terucap dari bibirmu
Hancur sudah segala yang ku pertaruhkan
Bisanya kau sembunyi dariku
Kau membagi cinta kita

Reff:
Terlalu sakit, terlalu pahit, kau
khianati cinta
Kau permainkan rasa
Terlalu sakit hati ini
Tak bisa ku hindari

Terlalu sakit, terlalu pahit, kau
khianati aku
Kau permainkan aku
Terlalu sakit hati ini tak
bisa ku hindari
Cukup sampai di sini


Terdiam ku menatap langit
Dan ku pandang cahaya bintang
Gelisah hati kian tak tertahan
Kesunyian ini membalut hati

Dan bukan ku tak memiliki
Seorang jadi tambatan hati
Seperti yang mereka selalu lakukan
Di malam yang indah tak harusnya gelisah

Reff:
Kemanakah lagi
Kau yang tak henti ku nanti
Kabarmu tak ku dapati
Andai kau disini
Tak ku rasakan sendiri

Sungguh tega kau buat aku
Seperti ku bukan kekasihmu
Kau biarkan diriku
Bermalam minggu sendiri
Ooo.. Ooo..

Back to Reff:

Jangan biarkan ku
Bermalam minggu sendiri


Kamu, bilang cinta aku
Cinta, untuk diriku saja

Kamu, bilang sungguh sayang
Takkan melukai hatiku

Reff.
Nyatanya kamu
Nyatanya kamu
Dustai aku

Mengapa aku
Mengapa selalu
Ingin dirimu

Ingin lupakan
Ingin ku pergi
Tapi ku rindu

Semakin lama
Semakin aku
Ingin dirimu

Kapan aku, punya pacar
Yang setia slamanya
Selamanya..


Ku tlah berusah sadarkanmu
Bahwa hanyalah diriku
Yang paling mencintaimu
Sampai nanti

Tapi tak pernah kamu mengerti
Tetap kamu ingin putus
Untuk lebih memilihnya
Dari pada kamu memilihku
Selama hidupmu

Reff:
Jangan sedih bila aku nanti
Dapatkan kekasih yang lain
Yang lebih sempurna, di banding kamu
Yang pasti aku lupa

Sungguh kamu pasti menyesali
Keputusanmu saat ini
'tuk meninggalkanku, melepaskanku
Yang tak mungkin lagi kembali





Ko kamu tambah lama
tambah manis
Ko kamu tambah lama
tambah lucu
Padahal dulu kamu biasa saja
Padahal dulu aku biasa saja

Ko sekarang hatiku deg, deg-degan
Ko sekarang jadinya salah tingkah
Setiap kamu ada di depanku
Setiap kamu ada di dekatku

Reff.
Panas.. panas aku terbakar
Panas.. panas cintamu

Panas.. panas otak ku menjadi
jadi sangat puas

Ko kenapa harus jadi pusing
Aku wanita kamu lelaki
Ko kenapa harus menjadi bingung
Aku kan lelaki, kamu wanita

Ko kenapa menjadi malu-malu
Aku lelaki yang sangat normal
Ko kenapa menjadi ragu-ragu
Aku wanita butuh kasih sayang

Back to Reff:

Aku bukan manusia yang penuh dosa
Tapi aku juga bukan manusia yang suci

Panas.. panas..





Kamu suruh datang, mau
Kamu suruh pergi, mau
Kamu suruh diam, mau

Mau, maunya

Di ciumin kamu, mau
Di duain juga, mau
Di cuekin juga, mau

Mau, maunya

Reff.
Aku, kamu apakan aku
jadinya begini
Rasanya seperti
Kamu Hipnotis aku

Kamu.. kamu.. hipnotis aku
Kamu.. kamu.. hipnotis aku

Kamu janji ini, mau
Kamu beri itu, mau
Di bohongin juga, mau

Mau, maunya aku

Kamu suruh datang, mau
Kamu suruh pergi, mau
Kamu suruh diam, mau

Mau, maunya


Cara ini pernah aku coba
Waktu dulu kita berbenturan
Sampai pada titik ku mengalah
Dan akhirnya biasa lagi

Ketika itu terjadi lagi
Kita berbenturan lebih keras
Cara lain ku pakai sekarang
Dan akhirnya biasa lagi

Reff :
Namun sudah banyak cara, dan jalan ku tempuh damai
Sekuat tenaga ku masih, masih mengusahakan
Namun sekarang ku habis cara, tak ada lagi yang tersisa
Semua telah kulakukan, sebaiknya ku pergi

Cinta kita buntu ..


Setiap hari ku bayangkan
Setengah mati ku korbankan
Apapun akan ku lakukan
Demi kamu

Setiap hari ku harapkan
Setengah mati ku korbankan
Apapun akan ku berikan
Demi kamu
Demi kamu

Sya.. ra ra rai..
Sya.. ra ra rai..
Seribu kali ku mati ku rela
Untuk dirimu

Sya.. ra ra rai..
Sya.. ra ra rai..
Sekalipun ku takutkan
Kehilanganmu

Setiap hari ku bayangkan
Setengah mati ku korbankan
Apapun akan ku lakukan
Demi kamu
Demi kamu

Sya.. ra ra rai..
Sya.. ra ra rai..
Seribu kali ku mati ku rela
Untuk dirimu

Sya.. ra ra rai..
Sya.. ra ra rai..
Sekalipun ku takutkan
Kehilanganmu

Sya.. ra ra rai..
Sya.. ra ra rai..
Seribu kali ku mati ku rela
Untuk dirimu

Sya.. ra ra rai..
Sya.. ra ra rai..
Sekalipun ku takutkan
Kehilanganmu

Sya.. ra ra rai..
Sya.. ra ra rai..
Seribu kali ku mati ku rela
Untuk dirimu

Sya.. ra ra rai..
Sya.. ra ra rai..
Sekalipun ku takutkan
Kehilanganmu

Setiap hari ku bayangkan
Setengah mati ku korbankan
Apapun akan ku lakukan
Demi kamu


Demi Tuhan hatiku
Langsung jadi milikmu
Pertama ku bertemu

Sungguh mati cintaku
Sudah inginkan kamu
Menjadi kekasihku
Untukku saja

Cintaku adalah takdirmu
Temanimu selama hidupku
Aku yang paling mampu
Selamanya di sisimu sampai aku mati

Cintamu adalah takdirku
Temanimu selama hidupku
Kamu yang paling bisa
Selamanya cintaiku sampai aku mati

Cintaku adalah takdirmu
Untuk selamanya
Cintaku adalah takdirmu

Cintaku adalah takdirmu
Temanimu selama hidupmu
Cintamu adalah takdirku
Temaniku dalam hidupmu
Kamu yang paling bisa
Selamanya cintaiku sampai mati
Sampai mati

Demi Tuhan hatiku
Langsung jadi milikmu





Berawal dari sebuah kata jiwa yang ku rasa
Mentari sinari hati ku pasrah tak berontak

Reff:
Mungkinkah ini yang namanya gejolak cinta
Yang sedang mencoba buramkan dunia nyata
Mungkinkah ini yang namanya kuasa Tuhan
Yang sering kali terlupakan oleh manusia

Ku tak berdaya
Ku tak berdaya
Ku tak berdaya
Ku tak berdaya

Oh betapa indahnya
Semua yang ku rasa
Di lubuk jiwa

Duniaku harum terhiasi
Menghapuskan segala emosi

Back to Reff:

Ku tak berdaya
Ku tak berdaya
Ku tak berdaya
Ku tak berdaya

Back to Reff: 2x


Ada saat mengakui
Kesalahan yang ku buat
Ada saat ku mengerti
Setelah ku kehilangan

Senyummu air matamu
Setiamu dulu ku hancurkan

Reff:
Baru aku tahu sakit itu apa
Setelah kau bukan milikku
Baru aku tahu cinta itu apa
Setelah kau hapus cintaku
Yang dulu dalam hatimu

Kini saat ku belajar
Menghargai yang ku punya

Senyummu air matamu
Setiamu dulu ku hancurkan

Back to Reff:

Baru aku tahu sakit itu apa
Setelah kau bukan milikku
Baru aku tahu cinta itu apa
Setelah kau hapus cintaku
Cintaku cintaku...
Yang dulu dalam hatimu