Crossing the Blues
Showing posts with label Padi. Show all posts
Showing posts with label Padi. Show all posts
Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu

Lama sudah kau menemani langkah kaki
Di sepanjang perjalanan hidup penuh cerita
Kau adalah bagian hidupku
Dan akupun menjadi bagian dalam hidupmu
Yang tak terpisah

Kau bagaikan angin di bawah sayapku
Sendiri aku tak bisa seimbang
Apa jadinya bila kau tak di sisi

Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana
Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian

Bila nanti aku kehilangan, mungkin itu hanya sesaat
Karena kuyakin kita kan bertemu lagi

Kau bagaikan angin di bawah sayapku
Sendiri aku tak bisa seimbang
Apa jadinya bila kau tak di sisi

Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana
Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian

Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana
Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian




|
Dua tiga kapal berlayar di samudera
Ayo sahabatku kita bergembira
Bermain bernyanyi bersama
Menikmati indahnya dunia

Karena sahabat untuk selamanya
Bersama untuk selamanya
Kau dan aku sahabat
Untuk selamanya setia

Berakit-rakit kita kehulu
Berenang-renang kita ke tepian
Kita berbeda untuk saling mengisi
Segala kekurangan kita

Mencari sahabat untuk selamanya
Atasi semua perbedaan
Kau dan aku sahabat
Untuk selamanya, selama-lamanya setia

Tak ada bukit yang terlalu tinggi
Untuk kita daki bersama
Dan tak ada laut yang terlalu dalam
Untuk diselami

Sahabat untuk selamanya
Bersama untuk selamanya
Kau dan aku sahabat
Untuk selamanya ooh

Sahabat untuk selamanya
Berbagi dan saling menjaga
Kau dan aku sahabat
Untuk selamanya, selama-lamanya
Untuk selamanya setia, setia, setia, setia




|
Aku terbakar cemburu
Cemburu buta
Tak bisa ku padamkan amarah dihatiku

Sakit menahan sakit hati
Menyimpan perih
Tak bisa ku terima apa yang ku alami

Ibaratnya jantung hati
Tersayat oedang tajam
Betapa sakitnya
Ku rasakan itu

Dan kini aku tahu ku sangat
Begitu dalamnya aku sungguh mencintaimu
Mungkin selama ini ku salah
Tak pernah pedulikanmu setulusnya hatiku

Ku akui ternyata
Sakitnya membakar hati
Sudah membuatmu pergi
Kini hanya tinggalkan luka

Begitu dalamnya aku sungguh mencintaimu
Mungkin selama ini aku salah
Tak pernah pedulikanmu setulusnya hatiku

Mungkin selama ini ku salah





|
Asholatu khairum minannaum
Asholatu khairum minannaum

Tabuh berbunyi gemparkan malam sunyi
Berkumandang suara azan
Mandayu memecah sunyi
Selang seli sahutan ayam

Tabuh berbunyi gemparkan malam sunyi
Berkumandang suara azan
Mandayu memecah sunyi
Selang seli sahutan ayam

Tapi insan kalaupun hanya ada
Mata yang celik dipejam lagi
Hatinya penuh benci
Berdengkurlah kembali
Begitulah peristiwa di subuh hari
Suara insan di alam mimpi

Tabuh berbunyi gemparkan malam sunyi
Berkumandang suara azan
Mandayu memecah sunyi
Selang seli sahutan ayam

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Bersujud mengharap keampunan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keridhaan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

Asholatu khairum minannaum
Asholatu khairum minannaum
Hayaa 'alash sholaah
Hayya 'alal falaah

Ayuh bangunlah
Tunaikan perintah Allah
Bersujud mengharap keampunan-Nya
Bersyukurlah bangkitlah segera
Moga mendapat keridhaan-Nya
Begitulah peristiwa di subuh hari
Setiap pagi setiap hari

Tabuh berbunyi gemparkan malam sunyi
Berkumandang suara azan
Mandayu memecah sunyi
Berkumandang suara azan

Tabuh berbunyi
Berkumandang






|
Segalanya kan bisa menjadi baik
Jika kita tak saling menyakiti
Apapun yang sudah terjadi
Bilakah kita harus merelakannya

Memaafkan itu tak seberat memindah samudera
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu...kepadamu...

Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa menjadi musuhmu
Aku bisa menjadi sahabatmu

Menerjemahkan isi hati
Mungkin lebih baik dengan berbicara
Bukakankah jalannya hidup menjadi mudah
Bila kita saling bisa melengkapi

Memaafkan itu tak seberat memindah samudera
Tak ada yang paling sempurna
Kuserahkan padamu...kepadamu...

Aku bisa menjadi kekasihmu
Aku bisa menjadi teman
Aku bisa menjadi musuhmu
Aku bisa menjadi sahabatmu





|
Kau datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku...detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
Disaat ini...ditempat ini...

Dipelupuk hatiku melupakanmu
Di pusara jiwaku
Pernah ku memiliki
Kisah tersembunyi dalam hidupku

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)...dan bukan waktunya

Apapun yang terjadi
Kau tau, sebenarnya hidupku
Sudah menyenangkan...
Saat ini sudah cukup...cukup sudah...cukup sudah
Ku berbahagia

Tak sepatutnya kita berjumpa lagi
Tak sepantasnya aku
Menyimpan perasan di satu tanganku yang lain

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)...dan bukan waktunya

Semua tlah berakhir di hari itu
Tak perlu kususun lagi serpihan yang dulu
Aku tak bisa menjadikan semunya sempurna
Hanya keinginan yang terbaik
Bagi semuaa...

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)...dan bukan waktunya

(Mengapa) kau harus datang disini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan...)
(Bukan saatnya)...dan bukan waktunya

Kau datang disini, terlanjur...mengejutkanku





|

Padi - Ode

Posted by mista 0 comments
Semua cerita tentangmu
Yang masih tersimpan didalam benakku
Meresap dijiwaku
Memenuhi ruang hatiku

Seperti cahaya mentari kau hadir
Terangi hidupku, terangi jalanku
Menuntunku memaknai semua

Dan aku takkan melupakan
Semua yang ind ah
Yang pernah engkau ucapkan

Meski kau telah berlalu
Tak lagi disisi, namun cintamu akan tetap hidup
Tak terhapuskan, tak tergilas oleh waktu

Meski kau telah berlalu
Tak lagi disisi, namun cintamu akan tetap hidup
Tak terhapuskan, tak tergilas oleh waktu

Dan aku takkan melupakan
Semua yang ind ah yang pernah engkau berikan

Cintaku tak henti mengalir untukmu
Mengenalmu adalah hal terindah yang pernah aku alami

Oo..aku tak akan pernah melupakan
Semua yang ind ah
Yang pernah engkau ungkapkan

Setiap pesan kan terukir di hati
Semoga damai selalu bersamamu
Semoga damai selalu bersamamu





|
Hei, saatnya tuk kembali
Saatnya tuk ikuti kata hati
Hei...hei...hei
Saatnya tuk bernyanyi
Melagukan mimpimu hari ini

Biarkan senandungmu mewarnai dunia
Dan biarkan sang waktu yang menguji semua
yang kau tawarkan

Tebarkan cinta dan terus bernyanyi
Nyanyikan lagu yang menghibur hati
Hati yang sepi dan terus bersedih
Sedih yang masih membayangi hidup
Hidup didunia hanya sementara
Sementara lupakan semuanya
Semuanya pasti akan berakhir
Akhirnya kita pun akan kembali

Hei, saatnya berlari memutar waktu menjalin mimpi
Hei...hei...hei
Tak perlu kau resahkan semua yang menghadang langkah kaki
Bukankah hidup ini adalah perjalanan yang tak berakhir

Tebarkan cinta dan terus bernyanyi
Nyanyikan lagu yang menghibur hati
Hati yang sepi dan terus bersedih
Sedih yang masih membayangi hidup
Hidup didunia hanya sementara
Sementara lupakan semuanya
Semuanya pasti akan berakhir
Akhirnya kita pun akan kembali

Nyanyikan laguku
Nyanyikan lagumu
O...ooo...oo....uhh...
Nananana...nana.nanana





|
Jika engkau bersedih pastilah ini ada maksudnya
Andai engkau bisa tertawa seharusnya bahagia

Dan Jika karma itu ada.. berpeganglah atas hatimu
karna kautak kan bisa.. mengabaikan takdirmu

Tak usah lagi engkau menangis
Seperti dulu melemahkan niatmu
Semoga bertemu kembali
Tetapkan hati berjuang bersama lagi

Tahu kah engkau bahwa cinta itu adalah anugerah
Sama seperti adanya hidup kita hidup ini
Mengertikah engkau bahwasanya gagal itu bukanlah kekalahan
Selama engkau memahami apa yang menguji hatimu




|

Padi - Terluka

Posted by mista 0 comments
Langit masih terbalut mendung hitam
Masihku cemas bila saatnya datang
Badai... angin... topan menghempas
Segalanya... kapankah berakhir

Lumpur merendam
Pilunya belumlah sirna
Jika mentari panasnya tak lagi menyengat...
Apakah ini adalah....akhir dari
Tempatku berpijak

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

(Per)siapkan hati
(Per)siapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Gelombang biru menghunjam menyapu bumi
Puing-puing tersisa
Sangat mengiris hati

Bilakah fajar pasti akan bersinar
Dan berpijar lagi menerangi dunia

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

(Per)siapkan hati
(Per)siapkan jiwa
Bagi segalanya yang akan bisa terjadi

|
Bisakah aku singgah di hatimu
Berharap sebentuk cinta yang tulus
Sesuatu yang ku percaya ada tersimpan di sana

Terlalu lama aku harus terdiam
atau mungkin ku tak percaya sungguh, akan kesempatan dan kemungkinan yang terjadi nanti
Sebab ku yakin ada pintu terbuka diantara hatiku dan hatimu

Its been years since we've met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

Jika aku harus berhitung benar akan kemungkinan yang bisa ada
Bila aku memiliki dirimu bahagialah aku

Bila firasat ini memang benar mencintaimu adalah maksud
Dari... sebuah Rencana Besar merubah hidupku

Sebab ku yakin ada pintu terbuka diantara hatiku dan hatimu

Its been years since we've met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

(Perkenankan aku singgah dihati mu
Berharap sebentuk cinta yang tulus
Sesuatu yang kupercaya ada tersimpan disana)

|
Dipangkuan hati titian hidupku
Tak pernah kutau ada sesuatu
Didalam jiwamu membahagiakan dirimu
Betapa kusungguh tak menyadarinya

Apakah cinta yang membahagiakanmu
Sesuatu yang ingin kumiliki

Membayangkan itu akupun mulai mencoba
Mengerti sedikit tentang perasaan itu
Pernah terkaburkan oleh pilu kepedihan
Mungkin aku salah dalam mengartikan itu semua

Belumlah terlambat untuk mengerti
Dan belum terlambat utk menumbuhkan cinta ku
Selama hidup sepanjang usiaku
Tak sekalipun pernah ku menyentuh wujudnya

|

Padi - Harmony

Posted by mista 0 comments
Aku mengenal dikau
Tak cukup lama...separuh usia ku
Namun begitu banyak..pelajaran
Yang aku terima

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony...

Segala kebaikan..
Takkan terhapus oleh kepahitan
Kulapangkan resah jiwa..
Karna kupercaya..
Kan berujung indah

Kau membuatku mengerti hidup ini
Kita terlahir bagai selembar kertas putih
Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai
Kan terwujud Harmony...

|
setiap perkataan yang menjatuhkan
tak lagi ku dengar dengan sungguh
juga tutur kata yang mencela
tak lagi ku cerna dalam jiwa

aku bukanlah seorang yang mengerti
tentang kelihaian membaca hati
ku hanya pemimpi kecil yang berangan
tuk merubah nasibnya…

oh.. bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya

ku gerakkan langkah kaki
di mana tempat akan bertumbuh
ku layangkan jauh mata memadang
tuk melanjutkan mimpi yang terutuh
masih ku coba mengejar rinduku
meski peluh membasahi tangan
lalah penat tak menghalangiku
menemukan bahagia

o… o…
bukankah ku pernah melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya
yang lelah jiwanya
yang sedih hatinya

yang lelah jiwanya
oo..
bukankah ku bisa melihat bintang
senyum menghiasi sang malam
yang berkilau bagai permata
menghibur yang lelah jiwanya

bukankah hidup ada penghentian
tak harus kencang terus berlari
ku helakan nafas panjang
tuk siap berlari kembali…
berlari kembali..
melangkahkan kaki
menuju cahaya

bagai bintang yang bersinar
menghibur yang lelah jiwanya
bagai bintang yang berpijar
menghibur yang sedih hatinya

|

Padi - Akhir Dunia

Posted by mista 0 comments
Begitu banyak kisah, yang datang silih berganti
Tak henti mewarnai, setiap jejak langkahmu
Begitupun adanya kepingan makna dirimu.. uh..
Yang terserak diantara lembaran kisah hidupmu

Dan kini kau terjebak ditengah riuh dunia
Terhimpit diantara hitam putih kehidupan...
Sementara sang waktu, tak akan mau menunggu
Seiring denyut hidup, ia kan terus berdetak...

Saat langkahmu terhenti, dan gelap...
Menyelimuti hatimu................

Sebaiknya kini engkau mulai berenang
Sebelum kau terhanyut, deras arus kehidupan...
Dan jangan pernah merasa, inilah... akhir dunia
Seolah tak ada lagi, jalan untuk kembali...

Saat jiwamu meredup...
Saat kegelapan menyelimutimu...
Sisakan satu ruang untuk bercermin...
Dan dengarkan mata hatimu berkata
Jangan pernah berhenti mengejar
semua mimpimu

Karena ini bukanlah sebuah akhir dunia
Bukanlah akhir dunia...
Bukanlah akhir dunia...

|
Bayangkanlah bila aku tak lagi menjadi kekasihmu
Bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar
Bayangkanlah bila aku terpisah jauh darimu
Bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi
Menyinari dunia

Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi

Bayangkanlah bila aku tak setia lagi kepadamu
Bayangkanlah bila mata tak mampu lagi memandang
Bayangkanlah bila aku terpikat hati yang lainnya
Bayangkanlah bila cinta tak mampu lagi
Mendamaikan dunia

Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi
Duhai tuhan kuserahkan hidupku

|
Bila cinta... menggugah rasa
Begitu indah... mengukir hatiku
Menyentuh jiwaku...
Hapuskan semua gelisah

Duhai cintaku... duhai pujaanku
Datang padaku... dekat disampingku
Ku ingin hidupku selalu dalam peluknya

Reff :

Terang saja... aku menantinya
Terang saja... aku mendambanya
Terang saja... aku merindunya
Karena dia... karena dia... begitu indah

Duhai cintaku... pujaan hatiku
Peluk diriku... dekaplah jiwaku
Bawa ragaku melayang
Memeluk bintang

Na... na... na... na...

Back to Reff :

Begitu indah... begitu indah... begitu indah...

Oh... ho... oh... ho...

Begitu... begitu indah

|
Menjumpai hari suasana sepi
Menikmati nafas alam tak berasa
Beragam warna terbayang sekilas
Menyingkirkan luka, tanpa diminta...

Pernahkah kusadar tanpa itu semua
Dalam terang surya selalu terjaga
Memahami makna arti kenyataan
Keremangan senja selipkan hampa...

Dimana kawanku... inginku menyapa
Beri aku ruang... tempatkan diriku
Dimana kawanku... semakin menjauh
Beri aku arti... tak ingin berbeda

Kau palingkan wajah acuhkan muka
Menyamakan arti bukan suara hati
Ingin berbicara hasrat pengungkapan
Masih pantaskah aku disampingmu...

|

Padi - Bidadari

Posted by mista 0 comments
Aroma wangi surgawi, sirami jiwaku ini
Bagai bunga yang terindah, merekah dan tetap suci
Sribu wajah yang terlintas, hanya satu yang ada di hati
Janjikan ketulusan cinta abadi selamanya
Kuyakin dan pasti kau ada di benakku
Ku takkan berhenti menunggu

Bidadari, hadirlah malam ini dalam mimpiku
Bidadari, senyumlah kau kini sambutlah rinduku

Sepenggal bulan kan kembali, menjadi purnama yang terang
Seterang hati dan jiwamu oh bidadariku

Mungkinlah aku bisa menyapamu, meraih semua imajimu
Bercanda bercinta bersama

Bidadari, hangatkan jiwaku bersama cintamu

|

Padi - Cahaya Mata

Posted by mista 0 comments
Teduhkanlah hatiku
Lelahkanlah jiwaku
Duhai engkau cahaya mataku
Yang menuntun jalanku
Yang memandu hidupku
Yang meredupkan pedih penatku
Tersenyumlah ..
Bahagialah ..
Sungguh engkau
Yang melumpuhkan hatiku
Yang melipurkan rinduku
Senyuman itu menyenangkan aku



|